Home MyBlog Kebaikan VS Kekecewaan
MyBlog

Kebaikan VS Kekecewaan

Share
Share

Jika membicarakan masalah film, saya sangat yakin Anda semua termasuk orang yang suka menonton film. Saya pribadi sangat menyukai film-film dimana saya bisa mempelajari banyak hal di sana. Salah satu film yang berkesan bagi saya (sebelum tahun 2000) adalah film perang yang berjudul "Shot Through The Heart", sebuah kisah perang Jerman yang terjadi di kehidupan perang dunia kedua.

Dikisahkan di sana tentang dua orang sahabat yang sejak kecil selalu bermain bersama, namun saat telah masing-masing berkeluarga, dihadapkan pilihan untuk memilih kubu masing-masing. Jerman Barat atau Jerman Timur. Dengan pilihan yang bertolak belakang disana, mereka berdua tumbuh menjadi seorang 'sniper' penembak jitu yang bisa mematikan musuh dengan sekali tembakan.

Di akhir kisah itu sendiri, sang sahabat dengan hati yang sangat terluka harus menembak mati sahabatnya sendiri dengan sebuah tembakan jitu di hatinya, dan sahabatnya harus tewas di depan keluarganya sendiri.

Saya sangat terkesan karena sepanjang perang tersebut mereka tanpa ragu saling menembak musuh mereka, tetapi begitu tahu bahwa akhirnya mereka saling berhadapan, mereka memiliki 'conflict of interest' yang amat sangat. Mereka tidak ingin saling menembak tetapi akhirnya hidup membuat mereka harus memilih, dan itu adalah pilihan yang sangat tidak mengenakan yang dibuat. Sahabat tapi saling menjatuhkan, itu adalah kepahitan yang amat sangat.

Kita hidup di dunia ini juga mengalami hal yang sama. Terkadang kita merasa kok teman kita menolak ide kita yah, kok dia juga tega-teganya berbicara yang jelek-jelek tentang kita ke teman-teman kita yang lain. Perasaan kita hancur karena kita merasa sudah berbuat begitu baik untuk mereka, kok tega mereka mengkhianati kita. Perasaan dikhianati itu terasa seperti ditusuk dari belakang.

Tapi jika kita mau menyadari satu hal bahwa saat kita berbuat baik ke orang lain, maka balasan yang kita terima adalah kekecewaan. Jika kita tidak pernah berbuat baik ke orang lain maka kita tidak akan pernah menghadapi kekecewaan itu sendiri.

Sungguh suatu hal yang tidak pernah kita sadari sebelumnya. Kita selama ini berharap dengan kita berbuat baik, maka orang lain akan menghargai kita, minimal mengingat jasa kita. TETAPI meskipun balasan untuk kita berbuat baik adalah kekecewaan, tetaplah berbuat baik. Kekecewaan itu akan muncul kalau kita berbuat baik dengan tujuan agar orang lain tetap mengingat kebaikan kita, tetapi jika kita berbuat baik dengan sambil lalu tanpa berpikir apa keuntungan untuk kita di masa akan datang, niscaya kita tidak akan pernah mengalami kekecewaan meskipun kebaikan kita selama ini disalahgunakan bahkan disalahartikan.

Siapkah Anda Menuai Kekecewaan Hari Ini karena berbuat baik?

 

Do Your Best and Let GOD Do The Rest!

 

Leonardus Budi Suryanto

0818 93 2638

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles
Fakta Baru dan Menarik Piala Dunia Qatar 2022
EntertainmentHappeningLifestyleMyBlogNew Latest News

Fakta Baru dan Menarik Piala Dunia Qatar 2022

Ajang sepak bola terbesar yang ditunggu-tunggu para pecinta si kulit bundar sebentar...

Perayaan Ulang Tahun ke 21 IRadio Bersama 2 Juta I Listeneres
EntertainmentHappeningMyBlogNew Latest News

Perayaan Ulang Tahun ke 21 IRadio Bersama 2 Juta I Listeneres

Iradio kini memasuki usia ke 21, sebagai bentuk perayaan hari jadi tersebut,...

Ronaldinho Akan Jajal Lapangan Indonesia
EntertainmentHappeningMyBlogNew Latest News

Ronaldinho Akan Jajal Lapangan Indonesia

Kabar baik buat lo pecinta sepak bola Hard Rockers, pasalnya Rans Cilegon...